Abstract
Penelitan ini bertujuan mengetahui pengarusutaman pengurangan resiko bencana (PRB) gunung merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Pengarusutamaan PRB sangat diperlukan di Kecamatan Cangkringan karena daerah paling terdampak terhadap ancaman letusan gunung merapi. Penelitian ini mengadospsi desain studi kasus yang akan mengkaji dan menganalisa pengarusutamaan PRB melalui pembangunan struktural dan pembangunan non struktural secara mendalam dengan data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang bersumber dari data wawancara sebanyak 14 narasumber yaitu: Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman, Kecamatan Cangkringan, Kepala Desa di Cangkringan, Warga Cangkringan, Komunitas bencana gunung merapi, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, dan data sekunder bersumber dari dokumentasi mengenai pelaksanaan PRB daerah rawan bencana gunung merapi Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Teknik analisis data dengan CAQDAS (Computer- assisted Qualitataive Data, Analysis Sofware) yaitu Nvivo yang bermanfaat dan efektif dalam membantu riset kualiatatif secara efiseien, membantu konsumsi logika dan desain penelitian serta memberikan fasilitas untuk menganalisis konten. Fitur yang digunakan NVIVO dalam analisis penelitan tersebut, diantaranya: Create New Project yaitu memasukan data berupa literatur tentang pengurangan resiko bencana gunung merapi di Kecamatan Cangkringan, Fitur Import yang berfungsi memasukan data-data hasil penelitian berupa wawancara dan data dokumentasi, Fiture node berfungsi mengklasifikasikan data-data dalam penelitian pada proses coding, Fitur Crosstab memperoleh hasil perhitungan antara semua data yang telah ditemukan mengenai PRB gunung merapi di Kecamatan Cangkringan. Penelitian menemukan bahwa pelakasanaan penataan ruang di Kecamatan Cangkringan dipahami oleh warga Cangkringan. Pengaturan pembangunan di Kecamatan Cangkringan masih ditemukan pembangunan liar dikarenakan faktor ekonomi yang belum memadai. Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Cangkringan terlaksana dengan cukup baik Sekolah siaga bencana di Kecamatan Cangkringan sudah merata. Pelaksanaan pelatihan diberikan baik dari pemerintah maupun non pemerintah yakni setahun sekali yang berbentuk simulasi bencana. Kegiatan penyuluhan dalam upaya pengurangan resiko bencana dilaksankan setiap setahun sekali dan memperoleh informasi yang dibutuhkan warga di kawasan rawan bencana gunung merapi. erdasarkan hasil penelitian disimpulkan bawah pelaksanaan PRB di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman telah terlaksana dengan cukup efektif dan memberikan pemahaman bagi warga Cangkringan dalam mengurangi resiko bencana gunung merapi serta aturan tentang kawasan rawan bencana III yang tidak diperbolehkan untuk tempat tinggal dipahami oleh warga meskipun secara pelaksanan belum diterapkan dengan maksimal karena beberapa faktor ekonomi yang masih rendah. Disarankan pemerintah dapat meningkatkan pengawasan dan dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui pelaksanaan PRB di daerah rawan bencana di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Cite
CITATION STYLE
Wahyuni, H., & Sakir, S. (2020). Pengarusutamaan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Di Daerah Rawan Bencana Kabupaten Sleman. ARISTO, 9(1), 131. https://doi.org/10.24269/ars.v9i1.2366
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.