Abstract
Pernikahan dini merupakan masalah signifikan di Jawa Barat, terutama di Sumedang, yang berdampak pada kesehatan anak, termasuk peningkatan risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami per-spektif tokoh agama dan tenaga kesehatan mengenai pernikahan dini serta dampaknya terhadap risiko stunting. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data me-lalui wawancara dan observasi terhadap tokoh agama, tenaga kesehatan, serta keluarga yang mengalami pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini berkontribusi signifikan terhadap tingginya angka stunting di Sumedang. Faktor utama yang ditemukan adalah kurangnya kesiapan fisik dan mental ibu muda dalam menghadapi kehamilan, serta minimnya pengetahuan gizi yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Tokoh agama menyadari dampak negatif pernikahan dini dan mulai mengedukasi masyarakat tentang kesiapan sebelum menikah, meskipun masih terdapat pandangan tradisional yang mendukung pernikahan usia muda. Sementara itu, tenaga kesehatan mengungkapkan bahwa anak dari ibu yang menikah dini lebih rentan mengalami gizi buruk, karena akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi gizi masih terbatas. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara tokoh agama dan tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat guna menekan angka pernikahan dini dan mencegah stunting. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapan pernikahan demi kesehatan ibu dan anak di Jawa Barat.
Cite
CITATION STYLE
Listi, R. R., Ramadhania, A. R., Hasanah, M. S. N., Dewi, R. F., Rahmatillah, R., Zulfa, W. J., … Faozi, A. (2025). Perspektif Tokoh Agama Islam dan Tenaga Kesehatan terhadap Pernikahan Dini dengan Risiko Stunting. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2), 1985–1990. https://doi.org/10.54082/jupin.1070
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.