PERKEMBANGAN MOTIF HIAS MEDALION PADA BANGUNAN SAKRAL DI JAWA PADA ABAD IX – XVI

  • - I
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam tulisan ini akan disampaikan tentang perkembangan makna simbolik medalion. Sebagai salah satu artefak unsur hias yang terdapat pada seni bangun baik sakral maupun sekuler, ternyata medalion dapat digunakan untuk menganalisis diversifikasi budaya yang berlaku. Gagasan ini dilihat dan digarap secara diakronik-sinkronik-semiotik, yaitu menyangkut pada perkembangan struktur dan analisis visual yang menyertai, sehingga medalion secara spasial temporal momentumnya bertolak dari India dan dikembangkan di Jawa dari abad IX – XVI, kemudian dieksplanasikan dengan tinjauan estetik visual. Apabila ini benar maka dalam tulisan ini secara metodologi historiografi terbayang dapat membuktikan bahwa medalion mengalami perkembangan. Maksudnya ketika agama Hindu dan Budha mendominasi produk budaya, penciptaan medalion juga dipercanggih secara estetik, kemudian ketika beralih ke Islam penciptaan medalion juga tidak berubah bahkan mengalami perkembangan yang signifikan sehingga terjadilah lokal genius dalam perihal penciptaan medalion. Kata kunci: medalion, bangunan sakral, bermakna simbolik dan sebagai unsur hias

Cite

CITATION STYLE

APA

-, I. (2015). PERKEMBANGAN MOTIF HIAS MEDALION PADA BANGUNAN SAKRAL DI JAWA PADA ABAD IX – XVI. Imaji, 7(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v7i1.6641

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free