Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran pada Fase Condemning melalui Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi

  • Linda Puspitasari
  • Puji Astuti A
N/ACitations
Citations of this article
345Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Halusinasi adalah bentuk persepsi yang melibatkan indera yang tidak dirangsang oleh reseptornya. Halusinasi yang tidak segera ditangani berdampak pada pasien mudah bicara sendiri, tiba-tiba marah, mengucapkan kata-kata kasar, melukai diri sendiri orang lain maupun lingkungan sekitar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pengelolaan pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi pelaksanaan halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pusat Prof. Dr. Soerojo Magelang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan strategi pelaksanaan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dengan pendekatan metodologi keperawatan selama 3 hari. Hasil pengkajian didapatkan data pasien mendengar suara yang mengatakan untuk menyuruh pulang saja, suara muncul 3 sampai 4 kali, suara muncul pada saat malam hari dan pada saat pasien sendirian. Pengelolaan didapatkan cara mengatasi terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui strategi pelaksanaan halusinasi, yaitu strategi pelaksanaan 1 menghardik, strategi pelaksanaan 2 minum obat, dan strategi pelaksanaan 3 bercakap-cakap. Bagi perawat di rumah sakit jiwa agar meningkatkan SDM melalui pelatihan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Linda Puspitasari, & Puji Astuti, A. (2024). Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran pada Fase Condemning melalui Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 2(1), 15–19. https://doi.org/10.35473/jkbs.v2i1.2468

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free