Abstract
Dakwah dalam Islam bukan hanya aktivitas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga merupakan sarana pemberdayaan masyarakat agar memiliki kesadaran, kemandirian, dan kemampuan untuk memperbaiki kualitas hidupnya secara sosial dan spiritual. Artikel ini membahas dakwah sebagai gerakan pemberdayaan iyang menekankan pentingnya keadilan,kesetaraan, partisipasi aktif, keberlanjutan, serta relevansi program dengan kondisi lokal masyarakat. Dakwah iyangiterintegrasi idengan upaya pemberdayaan akan lebih efektif dalam membentuk umat yang berakhlak mulia dan mandiri. Namun, di era global, dakwah pemberdayaan menghadapi tantangan besar, seperti krisis identitas, kesenjangan akses informasi, dekadensi imoral, daniradikalisme. Oleh ikarena itu, diperlukan strategi dakwah yang moderat, kontekstual, dan adaptif agar dakwah ibenar-benar berfungsi isebagai sarana pemberdayaan yang mampu mewujudkan Islam sebagai rahmatan ilil ‘alamin.Kata kunci: Dakwah, Pemberdayaan Masyarakat
Cite
CITATION STYLE
Harahap, M. E. U. (2025). Revitalisasi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 7(2), 359–372. https://doi.org/10.24952/taghyir.v7i2.16722
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.