PELESTARIAN POTENSI BUDAYA TRADISIONAL MENTARAMAN SEBAGAI IKON KAMPUNG SENI DAN BUDAYA DI DESA PAGELARAN KABUPATEN MALANG

  • Aini D
  • Winarno A
  • Wahyuni W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sebuah pariwisata merupakan hal yang menjadi pemicu pengembangan  suatu  kawasan  wisata. Dalam upaya memaksimalkan potensi seni budaya tradisional, partisipasi masyarakat sekitar yang menjadi pengelola kawasan dalam pengembangan kawasan  wisata menjadi kajian tersendiri. Berkembangnya  suatu  kawasan  wisata  didukung  dari  partisipasi  masyarakat  dalam mengelolanya. Sumber daya manusia yang siap dalam mengelola kampung wisata dan sarana dan prasarana yang harus ada di desa wisata diharapkan mampu mengangkat pendapatan masyarakat desa. Berdasarkan observasi yang dilakukan kampung budaya membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan branding “Kampung Seni dan Budaya”. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dari persiapan, perencanaan, dan pelaksanaan. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Msyarakat (PkM) ini adalah pendekatan ke para pegiat seni yang lebih memfokuskan pada penggalian sejarah kesenian Mentaraman di Desa Pagelaran. Pada tahap perencanaan disusun sebuah kegiatan yang saling terintegrasi dengan tahap pelaksanaan yaitu terdapat kegiatan untuk memulai kembali kegiatan seni yang sempat terhenti yaitu latihan karawitan terbatas, pelatihan pemasaran digital guna menarik minat pengunjung  untuk datang kembali di kampung budaya Desa Pagelaran, dan  edukasi mengenai desa wisata. Hasil kegiatan dan respon yang positif dari masyarakat menunjukkan bahwa program kerja yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tercapainya target luaran kegiatan PkM. Abstract: Community participation in the management of a tourism is a trigger for the development of a tourist area. In an effort to maximize the potential of traditional cultural arts, the participation of the surrounding community who are area managers in the development of tourist areas is a particularly study. The development of a tourist area is supported by community participation in managing it. Human resources who are ready to manage tourism villages and the facilities and infrastructure that must exist in tourism villages are expected to be able to lift the income of rural communities. Based on observations made by cultural villages, they require assistance in managing the branding of "Kampung Seni dan Budaya". The stages of community service activities are carried out from preparation, planning, and implementation. The result of this Community Service (PkM) activity is an approach to artists who focus more on excavating the history of Mentaraman art in Pagelaran Village. In the planning stage, an activity that is integrated with the implementation stage is prepared, namely there are activities to restart the activities that have stopped, namely limited karawitan practices, digital marketing training to attract visitors to come back to the cultural village of Pagelaran Village, and education about tourism villages. The results of the activities and the positive response from the community showed that the program implemented is in accordance with the needs of the community and the achievement of the target output of PkM activities.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aini, D. N., Winarno, A., Wahyuni, W., Rizha, M., Sembiring, E. P., & Putri, E. K. (2022). PELESTARIAN POTENSI BUDAYA TRADISIONAL MENTARAMAN SEBAGAI IKON KAMPUNG SENI DAN BUDAYA DI DESA PAGELARAN KABUPATEN MALANG. Jurnal Graha Pengabdian, 4(2), 183. https://doi.org/10.17977/um078v4i22022p183-192

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free