Abstract
Produksi Alat Pelindung Diri (APD) meningkat hingga 40% perbulan, menghasilkan limbah plastik global saat pandemi maupun setelah pandemi COVID-19. Plastik degradable merupakan suatu solusi mengurangi penumpukan limbah APD. Penelitian ini menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan nontoksik yaitu PLA, kitosan, ZnO, dan lilin kelapa sawit. Terdapat dua tahap penelitian, (1) menentukan konsentrasi lilin kelapa sawit (1; 2,5; 5%) terbaik sesuai SNI, dan (2) menentukan konsentrasi kitosan (0,5%; 0,75%; 1%; 1,25%; 1,5%) menggunakan metode RAL. Bioplastik diuji morfologi, struktural, antibakteri, water vapor permeability, dan biodegradabilitas. Hasil uji morfologi terlihat kitosan membentuk celah dan gumpalan kitosan pada beberapa tempat. Uji FTIR mengkonfirmasi penambahan kitosan tidak merubah komponen kimia bioplastik. Konsentrasi kitosan 0,5% paling baik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penambahan kitosan membuat nilai tensile strength naik namun menurunkan elongastion at break, uji WVP tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan uji biodegradabilitas menunjukan pada konsentrasi terkecil kitosan dapat meningkatkan kemampuan biodegradabilitas.
Cite
CITATION STYLE
Suhendar, D., Eroz Rasman, G., & Sutrisno, A. (2021). Pengembangan Bioplastik Antibakteri Untuk Bahan AAlat Pelindung Diri (APD) yang Ramah Lingkungan. Jurnal Health Sains, 2(9), 1147–1158. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i9.270
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.