PENURUNAN KADAR MIKROPLASTIK PADA AIR KALI WONOKROMO DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI

  • Rahmayanti D
  • Rosariawari F
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kelimpahan mikroplastik di air permukaan Surabaya dapat menggangu keberlangsungan kehidupan ekosistem sungai dan berdampak buruk bagi manusia. Karena sebagian besar air baku yang digunakan masyarakat Surabaya berasal dari air permukaan. Mikroplastik yang berukuran kurang dari 5µm mengandung bahan kimia berbahaya seperti Polikrolin Binefil (PCB) dan bersifat toksik. Mikroplastik dapat membawa logam berat dan juga beberapa mikroorganisme patogen yang menempel pada badan mikroplastik, hal tersebut dapat dimungkinkan akan masuk kedalam peredaran darah dan menginfeksi tubuh. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar mikroplastik adalah dengan menggunakan elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses penggumpalan dan pengendapan partikel-partikel halus yang terdapat di air dengan menggunakan energi listrik. Mikroplastik yang terkandung dalam air tersisihkan melalui proses flokulasi dan pengendapan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar mikroplastik menggunakan elektrokoagulasi dengan variasi jarak antar elektroda dan waktu detensi. Variasi jarak anatar elektroda yang digunakan adalah 1,5 cm; 2 cm; 3cm; dan 5 cm. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa untuk menurunkan kadar mikroplastik dalam sampel air permukaan jarak antar elektroda yang paling efektif adalah 3 cm dengan penurunan kadar mikroplastik sebesar 89%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmayanti, D., & Rosariawari, F. (2021). PENURUNAN KADAR MIKROPLASTIK PADA AIR KALI WONOKROMO DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI. JURNAL ENVIROTEK, 13(2), 86–91. https://doi.org/10.33005/envirotek.v13i2.148

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free