Abstract
Industri logistik di Indonesia, termasuk JNE Station Center Gedebage Kota Bandung, mengalami perkembangan pesat. Hal ini membawa konsekuensi berupa peningkatan risiko operasional yang berakibat pada penurunan kualitas layanan dan hambatan pencapaian tujuan perusahaan. Risiko operasional merupakan hal yang wajar dalam perusahaan, namun alangkah baiknya jika risiko tersebut dapat di mitigasi sejak awal agar tidak membawa dampak yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang optimal menjadi penting. Dalam pengukur risiko operasional diperlukan pedoman yang memadai serta mudah dalam penerapannya. International Organization for Standardization (ISO) 31000:2018 dianggap menjadi pedoman yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional perusahaan berdasarkan ISO 31000:2018 yang terdiri dari prinsip dan proses manajemen risiko. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untuk mengumpulkan data, melalui wawancara serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JNE Station Center Gedebage Kota Bandung menerapkan manajemen risiko operasional sesuai dengan SOP perusahaan yang didasarkan pada ISO 9001:2015. Risiko operasional utama yang diidentifikasi adalah keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, dan kehilangan barang. Kesimpulannya, JNE Station Center Gedebage sudah memenuhi syarat ISO 31000:2018 dan dinilai mampu mengimplementasi prinsip serta proses manajemen risiko operasional berdasarkan standar ISO 31000:2018.
Cite
CITATION STYLE
Haryanti, D. R., & Hutomo, M. (2024). Analisis Manajemen Risiko Operasional berbasis ISO 31000:2018 terhadap Perusahaan Logistik. Jurnal Simki Economic, 7(2), 631–642. https://doi.org/10.29407/jse.v7i2.709
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.