Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep toxic masculinity dalam perspektif al-Qur’an dengan menggunakan pemikiran Sachiko Murata. Penelitian ini diperoleh dari analisa terhadap Budaya masyarakat yang mengedepankan stereotip gender, dengan menuntut laki-laki untuk memenuhi standar maskulinitas yang kaku, seperti tampil macho, tidak menunjukkan emosi, dan dominan di atas perempuan. Ketidakmampuan memenuhi standar ini dapat mengakibatkan diskriminasi, bullying, hingga gangguan mental yang serius. Karena menurut psikologi tidak semua laki-laki terlahir dengan pribadi yang sama. Merespon hal tersebut al-Qur’an sebagai solusi permasalahn umat Islam memberikan perspektif berbeda terhadap konsep maskulinitas masyarakat. Melalui metode penelitian tematik tokoh yang fokus pada pemikiran Sachiko Murata yaitu maskulinitas positif dan negatif, ditemukan Ayat-ayat al-Qur’an yang menunjukkan bahwa maskulinitas yang sejati adalah pemimpin dengan kebihan secara akal dan fisik serta pemberian nafkah lahir dan bathin yang tidak akan luntur disebabkan rasa sedih dan tangisan karena hal itu adalah wajar sebagai manusia dengan akal dan persaan yang tidak boleh menjadi toxic masculanity dalam bentuk apapun.
Cite
CITATION STYLE
Harahap, D. H., & Zainul Arifin, A. (2025). Respon Al-Qur’an terhadap Toxic Masculinity (Kajian Tematik Ayat-Ayat Maskulin dalam al-Qur’an Perspektif Sachiko Murata). MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 10(1), 38–52. https://doi.org/10.24090/maghza.v10i1.11689
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.