Abstract
Ruang kuliah berpengaruh pada performa dan perilaku belajar mahasiswa. Mayoritas ruang kuliah sudah berusia tua karena dibangun dengan mengacu pada preferensi generasi terdahulu yaitu baby boomer. Kondisi ini dinilai kurang relevan dengan kebutuhan dan keinginan mahasiswa sekarang yang notabenenya adalah Generasi Z sehingga muncul urgensi pengembangan ruang kuliah yang lebih maju. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi secara mendalam perilaku belajar mahasiswa Generasi Z sebagai tahapan awal pengembangan ruang kuliah. Penelitian berfokus pada ruang kuliah berbasis studio dengan melibatkan mahasiswa berlatar pendidikan desain. Maka dari itu, rumusan masalah penelitian ini adalah apa faktor-faktor yang memengaruhi perilaku belajar mahasiswa desain Generasi Z dalam ruang kuliah berbasis studio. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik exploratory factor analysis (EFA) sehingga mampu mengidentifikasi faktor yang berpengaruh. Pemilihan responden ditentukan melalui metode convenience sampling. Sampel penelitian melibatkan 104 mahasiswa dari jumlah populasi 132 orang. Data terkumpul dianalisis melalui software statistik JASP dengan menggunakan metode EFA. Proses analisis menghasilkan kelompok faktor-faktor, yaitu fasilitas & sosial pendukung (facility & social support), keahlian diri (self skill), dan dorongan diri sendiri (self impetus). Kata Kunci: perilaku belajar, mahasiswa desain, Generasi Z, ruang kuliah studio, EFA.
Cite
CITATION STYLE
Septian, N., Firmansyah, A. Y., & Patricia, D. A. D. (2024). Exploratory Factor Analysis Perilaku Belajar Generasi Z dalam Ruang Kuliah Berbasis Studio. Waca Cipta Ruang, 10(2), 74–85. https://doi.org/10.34010/wcr.v10i2.12276
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.