Abstract
Heat Exchanger adalah suatu peralatan yang menyebabkan terjadinya perpindahan panas dari suatu fluida dengan suhu lebih tinggi ke fluida lain yang suhunya lebih rendah. Alat penukar kalor yang selalu digunakan dalam proses produksi atau operasi mengakibatkan efektivitas dari alat ini mengalami penurunan kinerja maupun kerusakan alat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh laju alir dan suhu pemanas terhadap NTU dan efektivitas, untuk mendapatkan nilai overall heat transfer coefficient (U) sehingga didapatkan nilai NTU dan efektivitas alat heat exchanger terbaik. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini ialah melakukan eksperimen secara langsung menggunakan alat shell and tube heat exchanger 1-1 dengan variabel tetap yang digunakan ialah formalin dengan suhu 25 ◦C, laju alir 1 L/min dan variable bebas yang digunakan adalah gliserol sebagai fluida panas dengan laju alir 0,8; 1,2; 1,6; 2; 2,4 L/min , suhu 44, 48, 52, 56, 60 ◦C, dan konsentrasi 35%, 30%, 25%, 20%, 15% . Hasil analisa yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai NTU dan efektivitas terbaik pada konsentrasi 35% dengan suhu 44◦C laju alir pemanas 2,4 L/menit sebesar NTU 0,76 efektivitas 0,97. Didapatkan nilai Overall Heat Coefficient (U) untuk sistem fluida formalin-gliserol sebesar 168,35 W/m2.K. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi dan laju alir ialah semakin meningkat konsentrasi dan laju alirnya maka semakin meningkat pula nilai NTU dan efektivitas yang didapat, sebaliknya apabila suhu meningkat maka NTU dan efektivitas cenderung menurun.
Cite
CITATION STYLE
Alidifan, F., & Chalim, A. (2024). PENGARUH VARIASI SUHU DAN LAJU ALIR TERHADAP KINERJA PERTUKARAN KALOR SISTEM FLUIDA FORMALIN-GLISEROL MENGGUNAKAN SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER PADA ALIRAN LAMINER. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 10(1), 322–328. https://doi.org/10.33795/distilat.v10i1.4889
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.