Abstract
Subang merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia sehingga kebutuhan akan benih padi yang bermutu sangat mendesak dengan jumlah yang besar. Namun, penyimpanan benih-benih padi yang digunakan masih dilakukan dengan cara tradisional yang mampu menurunkan kemampuan fisiologis benih yang akan digunakan sebagai bahan tanam. Hidropriming merupakan salah satu cara sederhana untuk meningkatkan mutu fisiologis benih padi sehingga tetap memiliki nilai viabilitas dan vigor yang tinggi ketika akan ditanam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu fisiologis benih yang diukur dalam pengukuran viabilitas dan vigor benih padi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua perlakuan yaitu varietas benih padi IPB 3S (V1) dan Cibatu (V2) serta empat taraf hidropriming yaitu H0 = kontrol, H1 = perendaman air, H2 = perendaman air kelapa 25%, H3 = perendaman air kelapa 75%. Penggunaan air kelapa sebagai metode hidropriming dengan konsentrasi 25% secara umum memiliki kemampuan terbaik untuk meningkatkan mutu fisiologis benih padi berdasarkan parameter daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh hingga berat kering kecambah normal.
Cite
CITATION STYLE
Fauzan, R. (2026). Efektivitas Hidropriming dalam Meningkatkan Mutu Fisiologis Benih Padi (Oryza sativa) Simpanan Lama. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 4(1), 14–20. https://doi.org/10.56211/tabela.v4i1.1470
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.