MODEL DIAGNOSTIK STROKE BERDASARKAN GEJALA KLINIS

  • Bahrudin M
N/ACitations
Citations of this article
88Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak   Latar belakang,  Stroke menimbulkan masalah besar karena menyebabkan kecacatan dan kematian. Tujauan ,  Mengetahui profil gejala klinis dominan guna menentukan model  diagnosa stroke berdasarkan gejala klinis. Metode,  Penelitian dilakukan di RSU Haji Surabaya, RSU jombang  dan RSU dr. Soetoma Surabaya, dilakukan  secara deskriptif analitik  dengan metode cross sectional dan didapatkan sampel penelitian 171  penderita stroke  sesuai kriteria inklusi  dan eklusi yang ditetapkan. Hasil penelitian, Pasien stroke iskemik 59,1%, stroke perdarahan 40,9%).  4 Gejala klinik dominan ( kesadaran menurun, sakit kepala, tekanan darah systole >=180 dan muntah) mengarah  pada stroke perdarahan,  dengan test Chi-Square  didapatkan hasil yang significant  P= 0,000 . Kesimpulan, Pasien  stroke dengan 4,3, gejala klinik dominan mengarah ke stroke perdarahan sedang tanpa, 1 dan 2  gejala klinik dominan mengarah ke stroke Iskemik.   Kata kunci  : stroke, Model  Diagnosis Stroke, Gejala klinik dominan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bahrudin, M. (2012). MODEL DIAGNOSTIK STROKE BERDASARKAN GEJALA KLINIS. Saintika Medika, 6(2). https://doi.org/10.22219/sm.v6i2.1063

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free