Abstract
Perubahan garis pantai telah menjadi masalah besar bagi manusia. Di Jawa Tengah, luasan abrasi sudah mencapai 5.500 Ha yang tersebar di 10 Kabupaten/kota. Kabupaten Kendal mengalami abrasi seluas 799 Ha. Abrasi Kabupaten Kendal termasuk kategori kelas bahaya tinggi. Kecamatan Patebon mengalami abrasi di empat desa pesisir yaitu desa Wonosari, Kartikajaya, Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak abrasi dan bagaimana adaptasi yang dilakukan untuk menghadapi abrasi di Kecamatan Patebon. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan keruangan (spatial approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah dampak abrasi di pesisir Kecamatan Patebon yang meliputi dampak fisik abrasi menyebabkan kerusakan insfrastruktur, jalan dan bangunan, abrasi juga merusak kawasan hutan mangrove dan mengikis daratan wilayah pesisir. Abrasi juga berdampak buruk pada kelangsungan kehidupan sosial – ekonomi masyarakat pesisir Kecamatan Patebon. Kata Kunci : Abrasi, Fisik, Sosial, Ekonomi
Cite
CITATION STYLE
Dimaya, N. S., & Wijayanti, P. (2025). Dampak Abrasi Terhadap Lingkungan Fisik, Sosial – Ekonomi di Pesisir Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. GEADIDAKTIKA, 5(1), 102. https://doi.org/10.20961/gea.v5i1.93371
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.