Abstract
L a t a r b e l a k a n g : Penelitian sebelumnya telah menemukan efek antimikroba bawang putih (allium sativum). Bawang putih memiliki potensi sebagai bahan sterilisasi pada perawatan saluran akar. Namun bahan tersebut harus tidak toksik dan memiliki biokompatibilitas Metode: yang memadai. T Penelitian ini bertujuan menguji toksisitas bawang putih (allium sativum) terhadap kultur sel fibroblast. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan konsentrasi 50%, 75%, 100% dari ekstrak bawang putih, dan Chlorphenol ujuan: Kamfer Menthol (ChKM) sebagai kontrol. BHK-21 kultur sel dimasukkan ke dalam microplate 96 sumuran dengan kepadatan 2x105 dan diinkubasi di suhu 37°C. Ekstrak bawang putih dalam berbagai konsentrasi dan ChKM kemudian ditempatkan pada sumur dipersiapkan sebelumnya. MTT assay test kemudian digunakan untuk menganalisis toksisitas, persentase 50% dari kultur sel hidup digunakan sebagai parameter apakah ekstrak beracun atau tidak. H asil: Hasil penelitian ini menunjukkan pada konsentrasi bawang putih 50%, 75%, 100% menunjukkan karakteristik non toksis terhadap kultur sel fibroblast. Kondisi non toksik konsisten di 72, 96, dan 120 jam pengamatan. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 50,%, 75%, 100% tidak bersifat toksik terhadap kultur sel fibroblast, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut untuk dapat digunakan sebagai Kata kunci: alternatif bahan sterilisasi saluran akar
Cite
CITATION STYLE
Emilda, Y., Budipramana, E., & Kuntari, S. (2014). Uji toksisitas ekstrak bawang putih (Allium Sativum) terhadap kultur sel fibroblast (Garlic (Allium Sativum) extract toxicity test on fibroblast cell culture). Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi), 47(4), 215. https://doi.org/10.20473/j.djmkg.v47.i4.p215-219
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.