ANALISIS DEBIT PADA DAS AIR DINGIN MENGGUNAKAN MODEL SWAT

  • Rahma Yanti N
  • Rusnam R
  • Ekaputra E
N/ACitations
Citations of this article
68Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dari lahan bervegetasi ke non vegetasi mengakibatkan besarnya limpasan (run off) sehingga debit menjadi meningkat terutama pada musim hujan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis debit pada DAS Air Dingin menggunakan model SWAT dan apakah model SWAT dapat diterapkan dalam mempresentasikan debit pada DAS Air Dingin. Model SWAT memerlukan data iklim, peta dan data tanah, curah hujan, kelerengan dan peta penggunaan lahan. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu penyiapan data dan peta, deliniasi DAS, pembentukan HRU, simulasi visualisasi, kalibrasi, dan simulasi dengan model SWAT terkalibrasi. Debit DAS Air Dingin berkisar antara 3 – 30 m3/s. Setelah dilakukan kalibrasi model SWAT dapat mempresentasikan keadaan hidrologi DAS Air Dingin dengan R2 0,76 dan NS 0,64 sehingga model SWAT yang dijalankan dapat dikategorikan memuaskan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahma Yanti, N., Rusnam, R., & Ekaputra, E. G. (2017). ANALISIS DEBIT PADA DAS AIR DINGIN MENGGUNAKAN MODEL SWAT. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 21(2), 127. https://doi.org/10.25077/jtpa.21.2.127-137.2017

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free