Abstract
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat dari industri sawit yang mengandung linoselulosa berupa lignin, selulosa dan hemiselulosa. Pemanfaatan lignin sebagai bahan pengikat, perekat, pengisi, surfaktan, produk polimer, dispersan dan sumber bahan. Metode pengisolasian lignin dapat dilakukan dengan metode organosolv . Dalam proses organosolv, suhu merupakan faktor yang akan mempengaruhi kecepatan reaksi pelarutan lignin. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik fisik lignin tandan kosong kelapa sawit PT. Tunggal Perkasa Plantations, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Pada penelitian melakukan kajian pengaruh suhu pemasakan pada proses isolasi TKKS dengan metode organosolv menggunakan pelarut asam asetat dengan katalis HCl 0,1 %. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) yang terdiri 4 perlakuan suhu pemasakan (60°C, 85°C, 100°C dan 121°C). Nilai L menunjukan kecerahan lignin, semakin tinggi nilai L berarti warna lignin semakin cerah. Nilai L lignin pada suhu 100 C sebesar 35.14 sedangkan nilai L lignin pada suhu 121̊C yaitu sebesar 32.245. Nilai ‘a’ menunjukan kemerahan lignin dan nilai ‘b’ menunjukan kekuningan. Rendemen lignin TKKS terbesar didapat dengan menggunakan suhu 85°C yaitu sebesar 15,87 %
Cite
CITATION STYLE
Pramana, A., Cahyanto, M. N., Adhianata, H., & Zalfiatri, Y. (2020). Karakteristik Fisik Lignin pada Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit PT. Tunggal Perkasa Plantataions Provinsi Riau Menggunakan Metode Organosolv. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 2(1), 43–49. https://doi.org/10.35970/jppl.v2i1.153
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.