Faktor Kejadian Cacingan pada Balita Stunting di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang

  • Elba F
N/ACitations
Citations of this article
242Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Menurut Riskesdas di Indonesia penyakit kecacingan masih banyak terjadi terutama pada anak dengan prevalensi tahun 2013 sebesar 22,6%. Dampak yang terjadi jika balita terus menerus terinfeksi cacing salah satunya adalah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kejadian kecacingan pada balita (12-59 bulan) stunting dan non stunting di Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Tahun 2019. Penelitian analitik ini menggunakan desain case control. Total sampel berjumlah 180 balita dimana 65 balita termasuk dalam kelompok kasus yang diambil dengan metode total sampling dan sebanyak 120 balita termasuk dalam kelompok kontrol yang diambil dengan metode proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian perbandingan kejadian kecacingan ini menunjukan terdapat 2 responden (1,1%) positif mengalami kecacingan dan 178 responden (98,8%) tidak mengalami kecacingan. Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara kejadian kecacingan terhadap kejadian stunting di Desa Cijeruk yang dilihat berdasarkan uji statistik (p=1,000).

Cite

CITATION STYLE

APA

Elba, F. (2021). Faktor Kejadian Cacingan pada Balita Stunting di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Jurnal Sehat Masada, 15(1), 65–73. https://doi.org/10.38037/jsm.v15i1.164

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free