Abstract
Data digital elevation model (DEM) dapat digunakan untuk interpretasi struktur geologi, khususnya sesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa jauh ekstraksi informasi dari DEM SRTM untuk pemetaan struktur geologi dapat dilakukan. Shaded relief, kelurusan, kemiringan dan arah hadap lereng, pola aliran dan curvature digunakan sebagai input dalam interpretasi struktur geologi menggunakan pendekatan morfologi melalui proses, material dan struktur. Variasi penggunaaan sudut elevasi dan arah cahaya matahari serta besarnya vertical exaggeration sangat berpengaruh pada hasil shaded relief. Kelurusan dapat diekstrak secara otomatis dari citra shaded relief. Hasil penelitian menunjukkan tumpang susun informasi dari shaded relief, kelurusan, kemiringan lereng, arah hadap lereng, pola aliran dan curvature menjadi alat yang ampuh dan memudahkan proses interpretasi struktur geologi. Analisis data DEM secara umum hanya dapat menentukan indikasi lokasi keterdapatan sesar, sedangkan jenis dan arah sesar tidak dapat diinterpretasi dari DEM.
Cite
CITATION STYLE
Raharja, B., Setianto, A., & Titisari, A. D. (2020). Ekstraksi Informasi dari DEM untuk Pemetaan Struktur Geologi Studi Kasus di Daerah Kokap, Kulon Progo. Jurnal Geomine, 8(2), 80–95. https://doi.org/10.33536/jg.v8i2.483
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.