METODE AMINA WADUD DALAM PENAFSIRAN ALQURAN

  • Zabidi A
N/ACitations
Citations of this article
63Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Amina Wadud dalam pengantar salah satu bukunya, “Qur’an Menurut Perempuan: Membaca Kembali Kitab Suci dengan Semangat Keadilan”, menyatakan bahwa bukan tentang teks al-Qur’an yang membatasi perempuan, melainkan penafsiran terhadap teks teks keagamaan itulah yang membatasinya yang dianggap lebih penting dari pada al-Qur’an sendiri. Amina juga mengungkapkan bahwa arti penting analisis tentang konsep al-Qur’an tentang perempuan, harus diukur dari perspektif al-Qur’an sendiri, baik sebagai kekuatan dalam sejarah, politik, bahasa, budaya, kecendekiawanan, dan spiritualitas, maupun sebagai kitab suci. Kajian tentang metode Amina Wadud Muhsin dalam memahami ayat-ayat al-Qur'an berupaya menafsirkan ulang berbagai ayat al-Qur’an yang selama ini cenderung ditafsirkan secara patriarkhis oleh para mufasir klasik, maka metode yang digunakan dalam penafsiran al-Qur’an menggunakan  pendekatan holistik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zabidi, A. (2022). METODE AMINA WADUD DALAM PENAFSIRAN ALQURAN. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 6(2), 1–9. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v6i2.224

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free