Abstract
Remunerasi adalah imbalan kerja berupa gaji, honor, tunjangan tetap, insentif, bonus atas prestasi, pesangon, dan/dana pensiun. Adanya remunerasi akan menghilangkan anggapan bahwa tidak ada korelasi positif antara kinerja dengan penghasilan. Ini berarti pegawai/karyawan yang berkinerja baik akan memiliki penghasilan yang tidak sama. Pemerintah telah berupaya mengubah sistem penggajian agar menjadi lebih baik melalui sistem remunerasi, Remunerasi terdiri dari gaji pokok yang ditambah tunjangan – tunjangan yang bersumber dari rupiah murni dan tunjangan lain yang bersumber dari Pendapatan Negara Bukan Pajak. Permasalahan dari pemberian remunerasi adalah validasi yang dilakukan oleh atasan langsung pegawai yang bersangkutan masih diragukan validitasnya. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu sistem yang dapat mendeteksi data bersifat outlier dari data remunerasi Pegawai Negeri Sipil dan mengelompokkan data tersebut menggunakan teknik data mining. Penilitian ini bertujuan untuk mengklompokan data remunerasi pegawai negeri sipil dengan menggunakan metode k-means clustering dengan improvisasi pada tahap pre-prosesscing dan penentuan jumlah cluster optimum. Metode Local Outlier Factor dengan nilai MinPts 150 dapat mendeteksi data outlier paling banyak dengan jumlah data terdeteksi outlier sebanyak 162 data atau sebesar 22,98%. Jumlah cluster optimum dengan metode elbow berjumlah 4 cluster dengan nilai Silhoutte sebesar 0,542 dan Dunn sebesar 0,040. Kata Kunci— Clustering, K-Means, LOF, Outlier
Cite
CITATION STYLE
Ariawan, P. A., Sastra, N. P., & Sudarma, I. M. (2020). Clustering Data Remunerasi PNS Menggunakan Metode K-Means Clustering Dan Local Outlier Factor. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 19(1), 33. https://doi.org/10.24843/mite.2020.v19i01.p05
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.