Nilai Filosofis Dalam Upacara Bebantan Laman Pada Adat Dayak Tomun Lamandau

  • Budi Saputra
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana milai filosofis dalam upacara Bebantan Laman pada adat Dayak Tomun dengan menggunakan metode berjenis penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif yang sifat penelitiannya dektriptif.  Dalam kajian ini adalah untuk melestarikan kekayaan budaya bangsa Indonesia, yang eksitensinya mulai ada perubahan seiring perkembangan arus globalisasi saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bahasa Dayak Tomun,  Bebantan adalah sesajian sedangakan Laman adalah Kampung. Dalam pelaksanaan upacaranya memiliki lima  tahap yakni mantang penggoro, nangaian nyasi, pinyang/prnyang dan mengantar anca. Adapun tata caranya yakni, dilaksanakan pada tanggal 7 bulan 7, berpuasanya Biya, pencucian benda-benda pusaka, aturan duduk tamu dan penyebutan istilah asal-usul, silsilah keluarga, nama-nama Laman dan unsur-unsur budaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Budi Saputra. (2024). Nilai Filosofis Dalam Upacara Bebantan Laman Pada Adat Dayak Tomun Lamandau. Syntax Idea, 6(3), 1232–1240. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i3.3101

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free