Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana milai filosofis dalam upacara Bebantan Laman pada adat Dayak Tomun dengan menggunakan metode berjenis penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif yang sifat penelitiannya dektriptif. Dalam kajian ini adalah untuk melestarikan kekayaan budaya bangsa Indonesia, yang eksitensinya mulai ada perubahan seiring perkembangan arus globalisasi saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bahasa Dayak Tomun, Bebantan adalah sesajian sedangakan Laman adalah Kampung. Dalam pelaksanaan upacaranya memiliki lima tahap yakni mantang penggoro, nangaian nyasi, pinyang/prnyang dan mengantar anca. Adapun tata caranya yakni, dilaksanakan pada tanggal 7 bulan 7, berpuasanya Biya, pencucian benda-benda pusaka, aturan duduk tamu dan penyebutan istilah asal-usul, silsilah keluarga, nama-nama Laman dan unsur-unsur budaya.
Cite
CITATION STYLE
Budi Saputra. (2024). Nilai Filosofis Dalam Upacara Bebantan Laman Pada Adat Dayak Tomun Lamandau. Syntax Idea, 6(3), 1232–1240. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i3.3101
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.