Pengaruh BAP terhadap Induksi Tunas Aglonema (Aglonema commutatum Schott.)

  • Restanto D
  • Intania A
  • Fanata W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tanaman Aglaonema merupakan tanaman hias yang terkenal dan memiliki nilai jual yang tinggi di Indonesia. Aglaonema memiliki ciri khas daun yang menarik dan indah karena keanekaragaman warna dan motifnya. Tanaman Aglaonema commutatum Schott salah satu jenis Aglaonema yang memiliki ciri khas dedaunan hijau dengan corak putih. Permintaan Aglaonema yang meningkat baik impor maupun ekspor tidak memungkinkan untuk melakukan perbanyakan melalui biji dan stek sehingga penting untuk optimasi perbanyakan melalui kultur jaringan yang efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentasi hormon BAP terhadap induksi tunas tanaman A. commutatum. Eksplan yang digunakan yaitu bagian nodal batang yang ditanam pada media Murashige dan Skoog. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan faktor konsentrasi BAP yang terdiri dari 6 taraf yaitu 0 mg/L, 4 mg/L, 8 mg/L, 12 mg/L, 16 mg/L dan 20 mg/L. Perlakuan konsentrasi BAP menunjukkan pengaruh berbeda yang sangat nyata terhadap induksi tunas A. commutatum. Perlakuan BAP 8 mg/L menunjukkan hasil terbaik dengan awal respon eksplan tercepat 10.8 hst, jumlah tunas terbanyak 2 tunas/elsplan, dan tunas tertinggi 0.75 cm. Kata kunci: Aglaonema commutatum Schott, BAP, Kultur Jaringan

Cite

CITATION STYLE

APA

Restanto, D. P., Intania, A., Fanata, W. I. D., Tanzil, A. I., & Prayoga, M. C. (2024). Pengaruh BAP terhadap Induksi Tunas Aglonema (Aglonema commutatum Schott.). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 26(1), 8–13. https://doi.org/10.31186/jipi.26.1.8-13

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free