Pengaruh Jenis Pelarut dan Ultrasonikasi terhadap Ekstrak Fikoeritrin dari Kappaphycus alvarezii

  • Putri A
  • Uju
  • Hardiningtyas S
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut merah (Rhodophyta) yang mengandung pigmen fikobiliprotein. Rumput laut merah didominasi oleh fikobiliprotein berjenis fikoeritrin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh jenis pelarut dan waktu akselerasi ekstraksi ultrasonikasi terhadap pigmen fikoeritrin. Proses ekstraksi dilakukan secara bertahap menggunakan pelarut akuades, CaCl2 dan buffer fosfat dengan akselerasi ultrasonikasi 35-55 menit.  Hasil menunjukkan bahwa ekstrak pigmen fikoeritrin K. alvarezii menggunakan akuades menghasilkan warna pigmen lebih pekat dibanding buffer fosfat dan CaCl2, menunjukkan konsentrasi tertinggi sebesar 0,057 mg/mL, dan indeks kemurnian sebesar 0,189. Pelarut air aman digunakan karena air tidak memiliki daya toksik. Maka, tidak perlu dilakukan uji pendahuluan toksisitas pelarut. Lebih ekonomis dibandingkan dengan jenis pelarut lainnya. Ekstraksi pigmen fikoeritrin menggunakan pelarut akuades selama 45 menit menghasilkan warna pigmen lebih pekat. Konsentrasi pigmen fikoeritrin sebelum dan sesudah presipitasi berturut-turut sebesar 0,170 mg/mL dan 0,421 mg/mL. Indeks kemurnian pigmen fikoeritrin sebelum dan sesudah presipitasi berturut-turut sebesar 0,301 dan 0,831. Aktivitas antioksidan (% Inhibisi) terbaik ada pada konsentrasi pigmen fikoeritrin 50 ppm dan 80 ppm dengan lama waktu ekstraksi 45 menit berturut-turut sebesar 62% dan 89%. Profil protein dengan SDS-Page menunjukkan fikoeritrin memiliki bobot molekul 16,27 kDa pada subunit α, 17,79 kDa pada subunit β, dan 30,60 kDa pada subunit γ.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, A. M., Uju, & Hardiningtyas, S. D. (2021). Pengaruh Jenis Pelarut dan Ultrasonikasi terhadap Ekstrak Fikoeritrin dari Kappaphycus alvarezii. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 24(2), 269–283. https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i2.37182

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free