Sejarah Cakraningrat I Dari Tawanan Perang Hingga Menjadi Korban Pemberontakan 1624-1648

  • Hidayat A
  • Faruk U
  • Supendi U
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Cakraningrat I adalah gelar yang disematkan kepada bangsawan Madura yang bernama Raden Praseno. Ia merupakan satu-satunya bangsawan Madura yang selamat dari pembantaian pasukan Mataram saat tragedi penaklukan Madura (1624).  Pasca penaklukan kemudian Raden Praseno dibawa ke Mataram sebagai tawanan perang. Dengan politik yang dimainkan oleh Sultan Agung putra mahkota Madura diberlakukan sebagaimana seoarang pengeran dengan hak-hak istimewa. Termasuk pada puncaknya, ia mengangkat Raden Praseno sebagai raja untuk seluruh wilayah Madura. Hal tersebut bukan tanpa alasan melainkan siasat Sultan Agung untuk Madura berada di bawah kekuasaannya. Pada perkembangannnya Cakraningrat I menjadi raja bawahan yang setia membela keberlangsungan Mataram. Topik ini diulas dengan mengunakan metode sejarah yang memuat 4 tahapan (heuristik, kritik, interpretasi, historiografi). Dari penelitian ini ditemukan bahwa Cakraningrat I selain sukses menata kembali pemerintahan Madura, ia juga menjadi raja bawahan Sultan Agung yang totalitas dalam mengawal pemerintahan Mataram, sampai pada akhirnya menjadi korban pemberontakan. Kata Kunci: Madura, Cakraningrat I, Mataram

Cite

CITATION STYLE

APA

Hidayat, A. A., Faruk, U., & Supendi, U. (2023). Sejarah Cakraningrat I Dari Tawanan Perang Hingga Menjadi Korban Pemberontakan 1624-1648. El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization, 4(2), 95. https://doi.org/10.24042/jhcc.v4i2.18412

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free