Abstract
AbstrakPendidikan inklusi menjadi wadah bagi anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan yang sama tanpa dibedakan. Penelitian ini bertujuan guna mendeskripsikan proses pembelajaran dan hambatan yang dialami anak tuna rungu di SDIP YLPI Pekanbaru dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menurut Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya proses pembelajaran yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penilaian untuk anak tuna rungu tidak dibedakan dengan anak reguler lainnya. Tahap perencanaan meliputi tersedianya silabus, RPP dan PPI untuk anak tuna rungu. Tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Dan tahap penilaian yang diberikan meliputi penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Pada pelaksanaan pembelajaran juga ditemui beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu untuk merancang perencanaan khusus, kesulitan berkomunikasi karena keterbatasan bahasa yang dialami anak tuna rungu dan kesulitan memberikan pertimbangan penilaian untuk anak tuna rungu.Kata kunci: Pendidikan Inklusi, Proses Pembelajaran, Tuna Rungu
Cite
CITATION STYLE
Azzahra, S., & Dea Mustika. (2023). Proses Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Rungu Di SDIP YLPI Pekanbaru. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(3), 202–210. https://doi.org/10.31004/jpion.v2i3.140
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.