Abstract
Abstract. Body mass index (BMI) and the degree of primary dysmenorrhea pain are important factors that are often studied in adolescent reproductive health. This study aims to provide an overview of the distribution of BMI and the degree of primary dysmenorrhea pain in female students. This study used a cross-sectional study with a descriptive approach. A total of 150 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements, then analyzed using a frequency distribution. The results showed that the majority of respondents had a BMI in the normal category, which was 68 people (45.3%), followed by respondents with an obese category of 30 people (20.0%), thin category of 27 people (18.0%), and overweight category of 25 people (16.7%). The highest degree of dysmenorrhea pain was moderate pain with 74 people (49.3%), followed by mild pain of 39 people (26%), and severe pain of 37 people (24.7%). Conclusion: Most respondents had a normal BMI with a moderate degree of primary dysmenorrhea pain. This information can be a basis for increasing education about healthy lifestyles in reducing the degree of pain in primary dysmenorrhea. Abstrak. Indeks massa tubuh (IMT) dan derajat nyeri dismenore primer merupakan faktor penting yang sering dikaji dalam kesehatan repsroduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran distribusi IMT dan derajat nyeri dismenore primer pada mahasiswi. Peneltian ini menggunakan cross-sectional dengan pendekatan deskriptif. Sebanyak 150 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki IMT dalam kategori normal, yaitu sebanyak 68 orang (45,3%), diikuti responden dengan kategori obesitas 30 orang (20,0%), kategori kurus sebanyak 27 orang (18,0%), dan kategori berat badan lebih 25 orang (16,7%). Derajat nyeri dismenorea terbanyak adalah nyeri sedang dengan jumlah 74 orang (49,3%), lalu diikuti nyeri ringan sebanyak 39 orang (26%), dan nyeri berat sebanyak 37 orang (24,7%). Kesimpulan : Sebagian besar responden memiliki IMT normal dengan derajat nyeri dismenorea primer sedang. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan edukasi mengenai pola hidup sehat dalam mengurangi derajat nyeri dismenorea primer.
Cite
CITATION STYLE
Farhah Shalihah, Mia Kusmiati, & Dony Septriana Rosady. (2025). Gambaran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Derajat Nyeri Dismenore Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unisba Tahun 2024. Bandung Conference Series: Medical Science, 5(1), 923–930. https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.17183
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.