Al-Ishlah Perspektif al-Qur’an

  • Arini Hidayat A
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Al-Qur’an telah menyatakan dirinya sebagai kitab petunjuk yang dapat menuntun umat manusia menuju ke jalan yang benar. Selain itu, al-Qur’an juga berfungsi sebagai pemberi penjelasan terhadap segala sesuatu dan pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Sejumlah pakar dan ulama yang berkompeten sejak awal telah melakukan penafsiran untuk mengungkap petunjuk dan penjelasan dari al-Qur’an. Namun demikian, keindahan dan kedalaman maknanya serta keragaman temanya membuat pesan-pesannya tidak pernah berkurang, apalagi habis meski telah dikaji  dari berbagai aspeknya. Dalam interaksi sosial, konflik sering kali muncul dan sulit untuk dihindari. Hal tersebut timbul karena adanya konflik kepentingan antara individu dalam masyarakat. Bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari konflik itu sangat buruk, dapat mempengaruhi dan bahkan menghancurkan berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat.[1] Untuk mencegah dampak buruk tersebut, maka Al-Qur’an memerintahkan kepada pihak-pihak yang berkonflik secara langsung atau tidak, agar mengadakan al-Ishlah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arini Hidayat, A. (2021). Al-Ishlah Perspektif al-Qur’an. PAPPASANG, 3(2), 15–29. https://doi.org/10.46870/jiat.v3i2.51

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free