Abstract
Lakkang adalah salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan merupakan Kawasan pemukiman dan destinasi wisata. Lakkang dapat diakses dari beberapa arah yakni dari Kera-kera dan Tallo. Untuk menuju Lakkang, saat ini Masyarakat menggunakan kapal katamaran. Dalam rangka menunjang pelayaran menuju Lakkang maka dibangun dermaga di pulau tersebut yang dinamakan dermaga lakkang. Dermaga Lakkang yang terbuat dari kayu. Dermaga eksisting saat ini pada saat musim air pasang bersamaan debit banjir dermaga terendam air, jarak antara lantai dermaga dan elevasi muka air surut setinggi 1,93 m dan kondisi konstruksi dermaga yang tidak aman untuk proses bongkar muat barang dan naik turun penumpang. Oleh sebab itu dibutuhkan desain dermaga yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perencanaan awal dermaga terapung di Lakkang. Penelitian dimulai dari pengumpulan data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi dokumen perencanaan ruang, social ekonomi dan debit sungai. Sedangkan data primer meliputi pasang surut, batimetri, muatan kapal, dan data kapal. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap semua data yang dikumpulkan untuk menentukan dimensi dermaga apung. Hasil perencanaan didapatkan dimensi dermaga yang direncanakan memeiliki panjang 9,2 m, lebar 5,2 m, tinggi 0,708 m, dan sarat 0,115 m.Lakkang is one of the neighbourhoods located in Tallo Sub-district, Makassar City and is a residential area and tourist destination purpose. Lakkang can be accessed from varius directions, namely from Kera-kera and Tallo. To get to Lakkang, people currently use catamaran boats. In order to support shipping to Lakkang, a pier was built on the island called the Lakkang pier. Lakkang Pier is made of wood. The existing pier at this time during the high tide season with flood discharge the pier is submerged in water, the distance between the pier floor and the low tide elevation is 1.93 m and the condition of the pier construction is not safe for the process of loading and unloading goods and getting on and off passengers. Therefore, a pier design is needed that can overcome these problems. The purpose of this research is to conduct preliminary planning of floating docks in Lakkang. The research starts from collecting secondary data and primary data. Secondary data includes spatial planning documents, social economy and river discharge. While primary data include tides, bathymetry, shipload, and ship data. Furthermore, analysis of all data collected was carried out to determine the dimensions of the floating dock. The planning results obtained the dimensions of the planned pier have a length of 9.2 m, a width of 5.2 m, a height of 0.708 m, and a ladder of 0.115 m.
Cite
CITATION STYLE
M Nur, F., Paotonan, C., & Assidiq, F. M. (2024). PERENCANAAN AWAL DERMAGA APUNG LAKKANG. Riset Sains Dan Teknologi Kelautan, 134–143. https://doi.org/10.62012/sensistek.v7i2.41715
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.