Pengaruh Atribut Nasional terhadap Kebijakan Cina Bersengketa dengan Jepang di Kepulauan Diaoyu/Senkaku

  • Karang C
  • Abil A
  • Sharon M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kebijakan luar negeri Cina kerapkali sulit dipahami dengan baik, karena terjadi ambiguitas dalam menentukkan instrumen-instrumen yang tepat dalam memperjuangkan keinginannya. Melalui penelitian ini, kami berusaha mencermati dan menganalisis kebijakan luar negeri Cina dalam sengketa dengan Jepang di Kepulauan Diaoyu/Senkaku. Ketika dilihat secara normatif, kebijakan luar negeri Cina untuk menguasai Kepulauan Diaoyu/Senkaku tidak dapat dilakukan karena Cina telah menjadi negara pihak dalam UNCLOS pada tahun 1996. Walaupun begitu, kebijakan Cina kini yang mempersengketakan Kepulauan ini, menjadi nyata bahwa Cina seolah tidak memperhatikan aspek normatif yang telah dilakukannya sebelumnya. Dengan demikian, penelitian ini akan menganalisis kebijakan Cina yang cenderung konfrontatif dengan Jepang dan melalui instrumen teori Atribut Nasional oleh Valerie Hudson dapat diketahui intensi Cina ini.     Kata Kunci: Diaoyu; Senkaku; Cina; Jepang; Atribut Nasional

Cite

CITATION STYLE

APA

Karang, C., Abil, A., Sharon, M., Pratama, A., & Gracia, R. (2024). Pengaruh Atribut Nasional terhadap Kebijakan Cina Bersengketa dengan Jepang di Kepulauan Diaoyu/Senkaku. Jurnal Sentris, 4(2), 177–192. https://doi.org/10.26593/sentris.v4i2.6502.177-192

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free