Konsep Tabayyun menurut Buya HAMKA dan Implementasinya pada Praktikum Kimia di Rumah (Studi Kasus Berita Hoaks COVID-19)

  • Prastyo B
  • Ashari M
  • Marhan M
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berita hoaks di Indonesia jumlahnya relatif banyak. Sejumlah 850 hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dari Januari-Juni 2020. Di samping itu, riset mengenai COVID-19 di dunia ini relatif banyak. Hal ini dinilai telah terjadi kesenjangan informasi mengenai riset COVID-19, sehingga munculnya berita hoaks. Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna taba yyun menurut Buya Hamka menurut QS. Al-Hujurat [49]: 6, kemudian diimplementasikan melalui praktikum kimia guna mengklarifikasi adanya berita hoaks. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Sumber primer yang digunakan yaitu tafsir Al-Azhar, sedangkan sumber sekunder didapatkan dari buku, majalah dan artikel jurnal yang menunjang penelitian. Dari hasil penelusuran terhadap penafsiran Hamka dan responnya sebagai sikap tabayyun, didapatkan langkah implementasi praktikum kimia, yaitu: (1) Tahapan penerimaan berita; (2) Tahapan pelaksanaan praktikum dan (3) Tahapan tanggapan dan evaluasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prastyo, B., Ashari, M. A., & Marhan, M. (2020). Konsep Tabayyun menurut Buya HAMKA dan Implementasinya pada Praktikum Kimia di Rumah (Studi Kasus Berita Hoaks COVID-19). Journal of Educational Chemistry (JEC), 2(2), 83. https://doi.org/10.21580/jec.2020.2.2.6321

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free