Pengaruh Asupan Air pada Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Pustaka

  • Sari H
  • Sunardi D
  • Sutanto K
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a health problem that is increasing globally. In 2021, about 19,4 million people in Indonesia were living with DM. This number is predicted to rise to 28.5 million by 2045. The main modifiable risk factors for DM are diet and physical activity. One dietary factor that has not been comprehensively studied is water intake. Objective: This review aims to demonstrate the effect of water intake to type 2 DM. Methods: The design used in this study is a literature review. The literature review was done using the PubMed Central® search engine. Results: Hormone arginine vasopressin (AVP) only known as hormone which play a role in maintaining fluid balance and not linked in glucose metabolism, previously. Through copeptin as a surrogate marker, AVP levels in plasma can be known. When water intake is insufficient to maintain plasma osmolality, AVP will be released. Several researches show unusual role of AVP in glucose metabolism. Increased AVP will stimulate AVP receptors, thereby increasing glycogenolysis and gluconeogenesis and decreasing insulin sensitivity. Increased copeptin is linked to an increased risk of insulin resistance, DM, and metabolic syndrome. By giving more water to individuals with low water drinking habits, as seen from high plasma copeptin values, has proven effective in reducing copeptin and plasma glucose. Conclusion: Low water intake may increase risk factor for the development of type 2 DM. Individual needs to comply water intake recommendation to reduce the risk of type 2 DM.    Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan permasalahan kesehatan yang semakin meningkat di dunia. Penderita DM di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 19,4 juta jiwa dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai 28,5 juta jiwa pada tahun 2045. Faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi pada penyakit DM adalah diet dan aktivitas fisik. Satu faktor diet yang belum dipelajari secara komprehensif adalah asupan air putih. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan ulasan pengaruh asupan air putih terhadap DM tipe 2. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka. Tinjauan literatur dilakukan dengan menggunakan mesin pencari PubMed Central®. Hasil: Sebelumnya, hormon arginin vasopresin (AVP) diketahui hanya berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan tidak terkait dengan metabolisme glukosa. Kadar AVP dapat diketahui melalui kopeptin dalam plasma sebagai penanda pengganti AVP. Ketika asupan air putih tidak cukup untuk mempertahankan osmolalitas plasma, AVP akan dilepaskan. Beberapa penelitian menunjukkan ternyata terdapat peran yang tidak biasa dari AVP dalam metabolisme glukosa. Peningkatan AVP akan menstimulasi reseptor-reseptor AVP sehingga meningkatkan glikogenolisis dan glukoneogenesis serta penurunan sensitivitas insulin. Peningkatan kopeptin berkaitan dengan peningkatan risiko resistensi insulin, diabetes, dan sindrom metabolik. Dengan intervensi pemberian air putih pada individu yang memiliki kebiasaan minum air putih rendah, yang terlihat dari kopeptin plasma yang tinggi, terbukti efektif dalam menurunkan kopeptin dan glukosa plasma. Kesimpulan: Asupan air yang rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya DM tipe 2. Individu perlu mematuhi rekomendasi asupan air putih agar mengurangi risiko DM tipe 2.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sari, H. E. P., Sunardi, D., & Sutanto, K. (2023). Pengaruh Asupan Air pada Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Pustaka. Intisari Sains Medis, 14(1), 533–537. https://doi.org/10.15562/ism.v14i1.1671

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free