Tradisi Niki Paleg ditinjau dari Aspek Psikologi “Tanda Cinta Suku Dani”

  • Mulia G
  • Yunanto T
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tradisi Niki Paleg atau pemotongan jari adalah tradisi yang dianggap ekstrim oleh masyarakat umum. Namun, suku Dani memandang Niki Paleg sebagai tradisi yang mengandung makna yang dalam. Tradisi ini diadakan ketika salah seorang keluarga atau orang terdekat mereka meninggal dunia. Suku Dani tidak segan untuk memotong jari mereka ketika mereka merasa kehilangan karena kematian. Hal ini dikarenakan jari dianggap sebagai simbol kerukunan, persatuan dan kekuatan dalam sebuah keluarga. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek psikologi dari budaya Niki Paleg yang dilakukan oleh suku Dani, serta mengulas lebih dalam mengenai pemaknaan cinta bagi masyarakat suku Dani yang tertuang pada tradisi Niki Paleg. Berdasarkan hasil studi literatur ditemukan tiga alasan Suku Dani melakukan tradisi Niki Paleg. Suku Dani melakukan tradisi ini bukan semata-mata hanya untuk mengikuti kepentingan bersama sebagai masyarakat kolektif, tetapi juga didasarkan oleh perasaan cinta dan dukacita yang mendalam akibat ditinggalkan oleh orang terdekat atau yang dicintainya. Tradisi Niki Paleg adalah tradisi yang penuh akan makna, sehingga perlu menanggapi tradisi ini sebagai hal yang positif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mulia, G. O., & Yunanto, T. A. R. (2022). Tradisi Niki Paleg ditinjau dari Aspek Psikologi “Tanda Cinta Suku Dani”. Jurnal Diversita, 8(1), 53–59. https://doi.org/10.31289/diversita.v8i1.5448

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free