Abstract
Keberadaan kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) telah membawa perubahan dalam berbagai domain keberadaan manusia. ChatGPT, yang diperkenalkan kepada publik pada November 2022, telah memberikan alternatif dalam lanskap pembelajaran. Perdebatan tentang penggunaan ChatGPT di bidang akademik berlanjut hingga hari ini, sementara penggunaannya dalam pendidikan terus meningkat. Penelitian ini berusaha menjelaskan difusi inovasi dari ChatGPT di kalangan akademisi pendidikan tinggi Indonesia dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 430 responden yang terdiri dari 119 dosen dan 311 mahasiswa disurvei dan tanggapan mereka dianalisis lebih lanjut berdasarkan teori Difusi Inovasi dari Roger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mahasiswa kalangan dosen lebih banyak yang mengetahui dan menggunakan ChatGPT, selain itu kelompok usia yang berbeda tidak berpengaruh secara signifikan terhadap adopsi dari penggunaan ChatGPT di kalangan dosen. Hasil lainnya menunjukkan bahwa kesadaran ChatGPT di kalangan akademisi sangat tinggi dengan mayoritas adalah pengadopsi awal dan mayoritas awal, di mana pengambilan keputusannya adalah keputusan inovasi opsional. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sistem sosial mengenai penggunaan ChatGPT di bidang akademik belum terbentuk dan saat ini sebagian besar pendidik menganggap penggunaan ChatGPT tidak etis. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan data yang dijadikan rujukan bagi akademisi dan diharapkan selanjutnya dapat dilakukan penelitian mengenai ChatGPT dan etika penggunaannya dalam pendidikan.
Cite
CITATION STYLE
Niyu, Desideria Dwihadiah, Azalia Gerungan, & Herman Purba. (2024). Penggunaan ChatGPT di Kalangan Mahasiswa dan Dosen Perguruan Tinggi Indonesia. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 14(2), 130–145. https://doi.org/10.35814/coverage.v14i2.6058
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.