Model Komunikasi City Branding Pariwisata Sumatera Barat Di Tengah Adaptasi Kebiasan Baru Pandemi Covid-19

  • Revi Marta
  • Ilham Havifi
  • Fikri Adha Safril
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sektor pariwisata sempat redup akibat pandemi Covid-19, hal ini karena kebijakan PSBB yang menutup segala kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian. Pemerintah meminimalisir kemungkinan penularan virus corona dari cluster tempat wisata, segala aktifitas wisata dihentikan secara total. Namun demikian, pelaku usaha kini mulai dapat bernapas lega karena beberapa tempat pariwisata dibuka pada fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru atau yang dinamakan dengan AKB, mulai diterapkan pemerintah semenjak Bulan Juli 2020. AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) ini sudah mulai disosialisasikan oleh pemerintah baik melalui media Televisi, Sosial Media, pusat informasi ke berbagai lembaga dan sosialisasi langsung ke pemerintah daerah setempat. Salah satu provinsi yang terdampak pandemi yaitu Sumatera Barat, terjadi penurunan kunjungan wisatawan yang tentunya berpengaruh pada branding pariwisata Sumatera Barat. Sebagai salah satu sektor yang terdampak, maka pemerintah khususnya provinsi Sumatera Barat harus mendesain model komunikasi komunikasi city branding pariwisata ditengah Adaptasi kebiasaan baru Pandemi Covid-19.

Cite

CITATION STYLE

APA

Revi Marta, Ilham Havifi, & Fikri Adha Safril. (2022). Model Komunikasi City Branding Pariwisata Sumatera Barat Di Tengah Adaptasi Kebiasan Baru Pandemi Covid-19. Jurnal Niara, 15(1), 112–124. https://doi.org/10.31849/niara.v15i1.5135

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free