Administrasi Pengadaan Barang Farmasi (Studi Pada Klinik di Bogor)

  • Yuniasih I
  • Natalia D
N/ACitations
Citations of this article
56Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Klinik sebagai salah satu fasilitas kesehatan tentunya harus menetapkan standar operasional dalam pengadaan obat dan alat Kesehatan. Selain itu Klinik juga harus memperhatikan penyimpanan obat dan alat Kesehatan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal ini dalam rangka menghindari obat yang kadaluarsa ataupun rusak. Klinik telah melakukan tahapan-tahapan pengadaan barang farmasi yang dilakukan oleh Tim Logistik, mulai dari pengumpulan formulir permintaan barang dari masing-masing unit kerja, pengajuan pemesanan barang, pembuatan surat pesanan, penerimaan barang, penataan barang di gudang, pendistribusian barang, hingga mengarsipkan dokumen-dokumen yang terkait. Barang farmasi disimpan pada gudang farmasi dengan suhu dan tempat yang sesuai standar, barang-barang farmasi yang membutuhkan suhu dingin, disimpan pada kulkas dan selalu dipantau suhunya. Sistem penyimpanan barang farmasi dilakukan dengan menggunakan sistem FIFO/FEFO atau barang dengan kadaluarsa lebih dahulu disimpan dibagian depan, sedangkan barang dengan kadaluarsa lebih lama disimpan dibagian belakang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuniasih, I., & Natalia, D. (2022). Administrasi Pengadaan Barang Farmasi (Studi Pada Klinik di Bogor). Jurnal Administrasi Bisnis, 2(2), 109–116. https://doi.org/10.31294/jab.v2i2.1643

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free