ANALISIS MAKNA KINAYAH (LMU BAYAN) DALAM QASIDAH BURDAH KARYA IMAM AL-BUSHIRI

  • Ansoriansori
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Qasidah Burdah karya Bushiry merupakan pelopor yang menghidupkan kembali penyusunan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Ia adalah syair al-mada’ih an- Nabawiyyah paling awal pasca terjadinya kekosongan yang sangat panjang. Barulah syair-syair al-mada’ih lainnya muncul setelahnya. Qasidah Burdah  dibaca dan  di nyanyikan secara luas diseluruh dunia Islam. Pembacaan kasidah  ini biasanya diselingi solawat dan syair-syair tambahan. Pemilihan  Diksi kata yang digunakan dalam Qasidah ini,membuat kasidah ini menjadi indah. Sehingga,kasidah burdah ini banyak dikagumi oleh para sufi dan umat Islam lainya. Selain itu, banyaknya makna kinayah yang digunakan dalam kasidah ini, membuat peniliti tertarik untuk meneliti makna asli yang terkandung dalam kasidah ini. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna kinayah yang terkandung dalam setiap bait syair Qasidah Burdah karya Bushiry . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif – deskriptif untuk mengkaji kembali syair qasidah burdah dari segi makna kinayah. Hasil dari penelitian ini adalah Pada Qasidah Burdah dari pasal 1 sampai pasal 10 ditemukan sebanyak 17 makna kinayah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ansoriansori. (2022). ANALISIS MAKNA KINAYAH (LMU BAYAN) DALAM QASIDAH BURDAH KARYA IMAM AL-BUSHIRI. Jurnal El-Huda, 13(01). https://doi.org/10.59702/elhuda.v13i01.31

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free