Abstract
Intervensi di sektor pertanian perlu dievaluasi apakah benar-benar berhasil dan memberikan dampak yang diharapkan kepada penerima manfaat, misalnya petani. Namun, definisi evaluasi dampak cukup beraneka ragam dalam dua dekade terakhir. Studi-studi empiris sebagian juga masih bias dalam melakukan evaluasi dampak, dan hal ini terkait dengan metode yang digunakan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, meninjau kembali definisi evaluasi dampak menurut literatur. Kedua, mengidentifikasi sumber bias dalam studi evaluasi dampak. Ketiga, meninjau kembali studi-studi empiris tentang evaluasi dampak, yang memiliki hasil berbeda, terutama dari metodologi yang digunakan. Studi-studi empiris yang dijadikan ‘kasus’ di sektor pertanian adalah studi-studi tentang dampak standar dan sertifikasi kopi. Penelitian ini mengkaji literatur, baik literatur yang bersifat teoritis maupun yang bersifat empiris. Berdasarkan literatur, definisi evaluasi dampak yang paling umum adalah evaluasi yang berkaitan dengan penetapan kontra faktual, yaitu perbedaan yang dibuat oleh suatu program intervensi dibandingkan dengan bila program intervensi tersebut tidak ada. Kontra faktual yang tidak didesain dengan tepat merupakan sumber utama bias dalam evaluasi dampak, selain ancaman validitas. Berdasarkan kajian studi-studi empiris tentang dampak standar dan sertifikasi kopi, disimpulkan bahwa sebagian studi hasilnya lebih dapat dipercaya dibandingkan studi-studi yang lain. Studi-studi yang hasilnya dapat lebih dipercaya mempergunakan kontra faktual yang andal, sehingga mampu meminimalkan bias evaluasi dampak melalui perbandingan yang sesuai (apple-to-apple comparison) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Cite
CITATION STYLE
Ibnu, M. (2022). Evaluasi Dampak Program Intervensi di Sektor Pertanian. AGRIMOR, 7(3), 102–113. https://doi.org/10.32938/ag.v7i3.1775
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.