Konsep “ALO” Dayak Kenyah dalam Perspektif Liyan menurut Sartre

  • Mali A
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masyarakat Dayak Kenyah memandang orang asing dengan sebutan “Alo”. Konsep “Alo” secara khusus mereka memandang untuk orang asing yang tidak berasal dari suku mereka adalah “Alo”. Secara Harafiah Kata “Alo” berarti asing, dan dikenakan dalam kehidupan bersama para pendatang sebagai “Alo”. Konsep “Alo” yang sudah menjadi kebiasaan umum menunjukkan ada penempatan Kebijakan masyarakat bagi orang-orang yang dikenakan “Alo”. Kebijakan untuk dikenakan adat atau aturan adat bisa menjadi pertimbangan karena “Alo”. Konsep “Alo” disandingkan dengan perspektif Liyan menurut Sarte yakni membahas orang lain. “Alo” memandang Liyan sebagai yang asing atau berbeda dengan mereka dalam hal budaya dan latar belakang, sehingga “Alo” juga menjadi Liyan yang dikenal. Sarte melihat orang lain sebagai dia yang membahayakan. Orang lain sebagai pribadi yang mendatangkan malapetaka. Pandangan Sartre dan Budaya Kenyah dipertemukan dan diangkat menjadi dialog dalam memandang orang lain sebagai yang asing. Nilai positif dan negatif yang bisa temukan menjadi landasan berpikir dalam penempatan orang lain yang tidak dikenal. Nilai Positifnya adalah ada kewaspadaan diri dan nilai negatifnya berprasangka buruk kepada orang lain. Metodologi yang digunakan adalah analisis kualitatif kedua perspektif untuk menemukan relevansi bagi kehidupan bermasyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mali, A. (2022). Konsep “ALO” Dayak Kenyah dalam Perspektif Liyan menurut Sartre. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 62–67. https://doi.org/10.36456/jbn.vol5.no2.4593

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free