Diskursus Martabat dan Tragedi Manusia dalam Film Perempuan Tanah Jahanam (2019)

  • Karnanta K
  • Sukmawati N
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplisitkan aspek naratif dan diskursif film Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar meliputi aspek penokohan, genre, dan master genre, yang berujung pada pemaknaan terhadap film tersebut. Data-data didapatkan dengan teknik simak-catat dari transkripsi dialog dan tangkap layar scene film. Data-data dianalisis berdasarkan teori naratif model aktansial Greimas dan puitika film David Bordwell untuk menunjukkan sintaksis naratif, skema aktansial, hingga pada semiotic square. Penelitian ini menemukan bahwa, pertama, meskipun dikemas dalam genre horor supranatural dan ditemukan penggunaan naratif tragedi Aristotelian sebagai master genre, film ini sesungguhnya berbicara tentang martabat manusia hidup, khususnya martabat perempuan. Hal itu terlihat dari aktan-aktan yang mendominasi sintaksis naratif cerita adalah perempuan dengan premis cerita keinginan mendapatkan harta warisan hingga pada akhirnya mendorong seseorang untuk berjuang mengakhiri misteri dan kutukan keluarga. Tokoh-tokoh perempuan itu digambarkan sebagai subjek bagi tindakan serta tubuhnya, tetapi jauh dari kesan eksploitasi seksual seperti pada film horor Indonesia lainnya. Kedua, pada aspek diskursif, penelitian ini menemukan diskursus eksotifikasi yang ditunjukkan dengan hadirnya kode-kode sinematik tentang stereotipe masyarakat eastern yakni irasional, mistis, tradisional, eksotis, dan bahkan masih berperilaku bar-bar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Karnanta, K. Y., & Sukmawati, N. L. A. (2022). Diskursus Martabat dan Tragedi Manusia dalam Film Perempuan Tanah Jahanam (2019). MOZAIK HUMANIORA, 21(2), 209–224. https://doi.org/10.20473/mozaik.v21i2.29666

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free