Abstract
Latar Belakang: Penyakit saluran nafas merupakan alasan tersering pasien masuk ke Intensive Care Unit (ICU), mencakup sekitar 22.4% dari seluruh pasien yang masuk ke ICU dengan 72.6% diantaranya disebabkan oleh suatu infeksi seperti pneumonia. Pada pasien dengan pneumonia, maka akan terjadi gangguan difusi oksigen dari paru-paru ke pembuluh darah yang akan mempengaruhi hasil P/F ratio. Gambaran ultrasonografi berbanding lurus dengan derajat aerasi paru atau perbandingan komposisi udara dengan cairan pada paru. Perubahan pada aerasi paru dapat dideteksi secara akurat dengan menggunakan ultrasonografi paru. Tujuan: Mengetahui hubungan “Lung Ultrasound Score (LUS)” dengan P/F ratio sebagai parameter untuk menilai derajat oksigenasi pada pasien pneumonia yang dirawat di ICU RSUP Dr. Sardjito. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Pada penelitian ini setiap satu sampel akan diperiksa Lung Ultrasound Score (LUS) dan pengambilan sampel analisis gas darah (AGD) arteri untuk mendapatkan nilai P/F ratio selama satu kali. Pengukuran LUS dilakukan dengan cara melakukan ultrasonografi paru pada 12 titik pemeriksaan yang telah ditentukan (6 di hemithorax kiri dan 6 di hemithorax kanan) lalu dilakukan skoring (0-3) per titik pemeriksaan, total skoring dari ke 12 titik pemeriksaan merupakan hasil LUS sampel. Kriteria inklusi pada subjek penelitian ini adalah usia ≥18 tahun, terdiagnosa pneumonia (skor ≥6 dari skor CPIS), terintubasi dengan ventilasi mekanik, dan kandidat dapat dimobilisasi sedikit miring kanan dan kiri. Sedangkan kriteria eksklusi adalah, pasien dengan hemodinamik tidak stabil (HR <60x/menit atau >130x/ menit dan MAP <70mmHg atau >120mmHg), trauma paru, pasien yang sedang menjalani hemodialisa, ada kontraindikasi terhadap posisi miring (cedera medulla spinalis), pasien dengan dressing luka di dada, dan pasien dengan morbid obese (BMI >40). Hasil: Didapatkan 60 subyek pada penelitian ini. Titik-titik observasi pasien yang memiliki nilai P/F ratio tinggi cenderung memiliki nilai Lung Ultrasound Score (LUS) yang semakin rendah. Berdasarkan hasil korelasi diperoleh nilai p=0,010 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = − 0,332 bertanda negatif yang berarti terdapat korelasi negatif yang signifikan antara nilai Lung Ultrasound Score (LUS) dengan P/F ratio dengan keeratan hubungan kategori lemah (0,2 – 0,399). Kesimpulan: Semakin tinggi nilai P/F ratio maka semakin rendah nilai LUS pada pasien dengan pneumonia yang mendapatkan ventilasi mekanik di ICU RSUP Dr. Sardjito.
Cite
CITATION STYLE
Wibowo, C. P., Wisudarti, C. F. R., & Jufan, A. Y. (2020). HUBUNGAN NILAI “LUNG ULTRASOUND SCORE (LUS)” DENGAN P/F RATIO PADA PASIEN PNEUMONIA YANG DIRAWAT DI ICU RSUP DR SARDJITO. Jurnal Komplikasi Anestesi, 7(2), 21–29. https://doi.org/10.22146/jka.v7i2.7448
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.