HUBUNGAN NILAI “LUNG ULTRASOUND SCORE (LUS)” DENGAN P/F RATIO PADA PASIEN PNEUMONIA YANG DIRAWAT DI ICU RSUP DR SARDJITO

  • Wibowo C
  • Wisudarti C
  • Jufan A
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Penyakit saluran nafas merupakan alasan tersering pasien masuk ke Intensive Care Unit (ICU), mencakup sekitar 22.4% dari seluruh pasien yang masuk ke ICU dengan 72.6% diantaranya disebabkan oleh suatu infeksi seperti pneumonia. Pada pasien dengan pneumonia, maka akan terjadi gangguan difusi oksigen dari paru-paru ke pembuluh darah yang akan mempengaruhi hasil P/F ratio. Gambaran ultrasonografi berbanding lurus dengan derajat aerasi paru atau perbandingan komposisi udara dengan cairan pada paru. Perubahan pada aerasi paru dapat dideteksi secara akurat dengan menggunakan ultrasonografi paru. Tujuan: Mengetahui hubungan “Lung Ultrasound Score (LUS)” dengan P/F ratio sebagai parameter untuk menilai derajat oksigenasi pada pasien pneumonia yang dirawat di ICU RSUP Dr. Sardjito. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Pada penelitian ini setiap satu sampel akan diperiksa Lung Ultrasound Score (LUS) dan pengambilan sampel analisis gas darah (AGD) arteri untuk mendapatkan nilai P/F ratio selama satu kali. Pengukuran LUS dilakukan dengan cara melakukan ultrasonografi paru pada 12 titik pemeriksaan yang telah ditentukan (6 di hemithorax kiri dan 6 di hemithorax kanan) lalu dilakukan skoring (0-3) per titik pemeriksaan, total skoring dari ke 12 titik pemeriksaan merupakan hasil LUS sampel. Kriteria inklusi pada subjek penelitian ini adalah usia ≥18 tahun, terdiagnosa pneumonia (skor ≥6 dari skor CPIS), terintubasi dengan ventilasi mekanik, dan kandidat dapat dimobilisasi sedikit miring kanan dan kiri. Sedangkan kriteria eksklusi adalah, pasien dengan hemodinamik tidak stabil (HR <60x/menit atau >130x/ menit dan MAP <70mmHg atau >120mmHg), trauma paru, pasien yang sedang menjalani hemodialisa, ada kontraindikasi terhadap posisi miring (cedera medulla spinalis), pasien dengan dressing luka di dada, dan pasien dengan morbid obese (BMI >40). Hasil: Didapatkan 60 subyek pada penelitian ini. Titik-titik observasi pasien yang memiliki nilai P/F ratio tinggi cenderung memiliki nilai Lung Ultrasound Score (LUS) yang semakin rendah. Berdasarkan hasil korelasi diperoleh nilai p=0,010 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = − 0,332 bertanda negatif yang berarti terdapat korelasi negatif yang signifikan antara nilai Lung Ultrasound Score (LUS) dengan P/F ratio dengan keeratan hubungan kategori lemah (0,2 – 0,399). Kesimpulan: Semakin tinggi nilai P/F ratio maka semakin rendah nilai LUS pada pasien dengan pneumonia yang mendapatkan ventilasi mekanik di ICU RSUP Dr. Sardjito.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wibowo, C. P., Wisudarti, C. F. R., & Jufan, A. Y. (2020). HUBUNGAN NILAI “LUNG ULTRASOUND SCORE (LUS)” DENGAN P/F RATIO PADA PASIEN PNEUMONIA YANG DIRAWAT DI ICU RSUP DR SARDJITO. Jurnal Komplikasi Anestesi, 7(2), 21–29. https://doi.org/10.22146/jka.v7i2.7448

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free