Abstract
Penyakit infeksi dan kelainan kulit yang berbahaya bagi kesehatan manusia dapat disebabkan oleh bakteri gram positif salah satunya yaitu Staphylococcus aureus. Salah satu bahan alam yang dimanfaatkan sebagai bahan obat adalah tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). Dalam rangka pengembangan sediaan obat tradisional, maka diperlukan penelitian lanjutan dalam bentuk patch transdermal dengan kombinasi polimer HPMC (Hidroksi Propil Metil Celulosa) dan PVP (Poli Vinil Pirolidon). Selanjutnya formulasi patch transdermal yang terbaik dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daun binahong diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Formulasi sediaan patch transdermal dibuat dengan tiga formulasi dengan kombinasi HPMC : PVP yaitu 1:3 (F1) , 1:1 (F2), dan 3:1(F3). Evaluasi sifat fisik patch transdermal terdiri dari uji keseragaman bobot, uji ketebalan, dan uji ketahanan terhadap lipatan. Patch transdermal terbaik selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri formulasi patch transdermal dilakukan dengan metode disc diffusion (test Kriby & Banner) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil pengujian menunjukkan formula yang terbaik adalah formula 2 dengan perbandingan HPMC dan PVP sebesar 1:1. Formula tersebut menunjukkan permukaan patch halus elastis, ketebalan patch memenuhi syarat keseragaman yaitu CV <2% dan tahan terhadap lipatan.
Cite
CITATION STYLE
Ismiyati, N. (2019). Formulasi dan Uji Sifat Fisik Patch Transdermal Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cardifolia (Tenore) Steenis) Dengan Matriks HPMC - PVP. JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA, 4, 29–35. https://doi.org/10.56727/bsm.v4i.69
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.