Abstract
Tingginya prevalensi penggunaan obat herbal di Indonesia (40-60% populasi) yang sering dikombinasikan dengan obat konvensional menimbulkan kekhawatiran terkait potensi interaksi klinis. Studi menunjukkan 13,2% pasien menggunakan kombinasi tersebut, dengan 18,9% berpotensi menimbulkan interaksi merugikan. Tinjauan naratif ini menganalisis peran anamnesis farmasi terstruktur dalam mendeteksi dan menatalaksana interaksi obat-herbal dan obat-pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan terstruktur melalui template komprehensif yang mencakup asesmen riwayat herbal, pola konsumsi pangan fungsional, dan pemantauan gejala klinis, terbukti meningkatkan kemampuan deteksi dini. Implementasinya diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital melalui sistem EHR terintegrasi CDSS dan pendekatan komunikasi terapeutik yang mempertimbangkan aspek kultural. Keberhasilan strategi ini diukur melalui peningkatan deteksi dini, penurunan medication errors, dan peningkatan kepuasan pasien. Diperlukan penguatan kompetensi farmasis, kolaborasi interprofesional, serta penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan implementasi anamnesis farmasi terstruktur dalam praktik klinis. Kata kunci: interaksi obat-herbal, interaksi obat-makanan, anamnesis farmasi, farmasi klinis, keselamatan pasienThis narrative review evaluates the urgency of herbal and conventional medicine integration in Indonesia, which poses risks of adverse clinical interactions. The review reveals that these interactions involve complex mechanisms capable of reducing efficacy or triggering serious toxicities, such as rhabdomyolysis and bleeding risks. The primary challenge lies in low voluntary patient disclosure and a lack of product quality standardization. As a technical solution, this review asserts that structured pharmacy anamnesis is an effective proactive methodology for early risk detection. Through systematic medication history assessment and the utilization of digital information systems, pharmacists can precisely mitigate therapeutic failures. In conclusion, enhancing therapeutic communication through shared decision-making and interprofessional collaboration serves as the primary foundation for ensuring patient safety. This approach offers a practical framework for clinicians to manage medication complexity within a heterogeneous national healthcare system.
Cite
CITATION STYLE
Zakka, G. Q., & Totong, J. (2025). Deteksi dan Tatalaksana Interaksi Obat-Herbal serta Obat-Pangan melalui Anamnesis Farmasi Terstruktur: Suatu Tinjauan Naratif. Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia (JIFIN), 3(02), 59–62. https://doi.org/10.33221/jifin.v3i02.4342
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.