MEDIA LITERASI AL-QUR’AN BAGI PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK RUNGU WICARA

  • Jaeni A
  • Hanafi M
  • Akbar A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
59Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian media literasi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (PDSRW) dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini penting dilakukan, mengingat belum adanya standar media literasi Al-Qur’an yang dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan PDSRW. Akibatnya, akses PDSRW terhadap Al-Qur’an masih rendah, karena aktivitas pembelajarannya masih sangat terbatas pada komunitas atau lembaga tertentu. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian eksploratif ini berupaya mengungkap dan memetakan media literasi yang digunakan di 12 pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi PDSRW. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan dua jenis media literasi Al-Qur’an, yaitu berbasis oral, dan berbasis isyarat. Media literasi berbasis oral pada dasarnya digunakan seperti media literasi bagi orang dengar, dan umumnya digunakan untuk anak-anak yang potensi oralnya masih bisa dikembangkan. Untuk memudahkan pengajaran, muncul sejumlah metode seperti Amaba, Abata, dan Amakasa. Sedangkan media berbasis isyarat juga mengambil dua model utama, isyarat berdasarkan bacaan (tilawah), dan isyarat berdasarkan tulisan (kitabah).

Cite

CITATION STYLE

APA

Jaeni, A., Hanafi, M. M., Akbar, A., Purnawan, I. A., Syatri, J., Irwan, I., … Martiningsih, D. (2021). MEDIA LITERASI AL-QUR’AN BAGI PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK RUNGU WICARA. SUHUF, 14(2), 265–282. https://doi.org/10.22548/shf.v14i2.694

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free