Abstract
Prevalensi Low Back Pain (LBP) diperkirakan mencapai 568 juta orang di seluruh dunia dan menjadi penyebab kecacatan di 160 negara, dengan tren yang terus meningkat setiap tahunnya. Posisi kerja statis dalam durasi lama saat mengemudi menimbulkan ketegangan otot yang dapat memperburuk kondisi, di mana otot punggung mengalami kejang akibat berkurangnya suplai oksigen dalam aliran darah. LBP yang berlangsung lama dan berulang tidak hanya menimbulkan nyeri yang lebih parah, tetapi juga berdampak negatif terhadap produktivitas sopir.Penelitian ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup sopir taksi, sekaligus mengembangkan strategi pencegahan LBP yang lebih efektif. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 56 sopir. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif.. Hasil penelitian menunjukkan 91,1% supir mengalami LBP, terutama pada usia ≥30 tahun, masa kerja >5 tahun, dan durasi mengemudi >12 jam. Upaya pencegahan dilakukan 87,5% responden, terutama peregangan, sedangkan penanganan didominasi pijat (84,9%), namun hanya 18,9% yang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kesimpulannya bahwa diperlukan edukasi ergonomi serta peningkatan akses layanan medis bagi supir lintas.
Cite
CITATION STYLE
Lating, Z., Dusra, E., & Dusra, E. (2025). Upaya Pencegahan dan Penanganan Awal Low Back Pain Pada Supir Taksi Bula–Ambon Kabupaten Seram Bagian Timur. JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa, 4(2), 932–941. https://doi.org/10.57218/jkj.vol4.iss2.1869
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.