PENGARUH PUPUK HAYATI KONSORSIUM MIKROBA DAN MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA INCEPTISOL

  • Nafiah B
  • Prasetya B
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Inceptisols merupakan tanah pertanian utama di Indonesia dengan total luas sekitar 70,52 juta hektar (40% dari total luas daratan Indonesia). Potensi tersebut perlu dioptimalkan dalam upaya ekstensifikasi pertanian. Namun Inceptisols memilikipermasalahan seperti kesuburan tanahyang relatif rendah, karena mengalami pelapukan dan pencucian (leaching). Peningkatan produktivitas lahan perlu dilakukan agar produksi tanaman yang dibudidayakan dapat meningkat, salah satu nya adalah dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus tanpa penambahan bahan organik dapat merusak sifat tanah. Peningkatan efisiensi pemupukan dapat diterapkan melalui penggunaan pupuk hayati, berupa konsorsium mikroba dan mikoriza arbuskular.Mikroba-mikroba tersebut mampu meningkatkan penyerapan hara tanaman, ketahanan tanaman terhadap kekeringan, penyakit, dan meningkatkan pertumbuhan jagung sebesar 27,59%. Jagung dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah karena sangat respons terhadap unsur hara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati konsorsium mikroba dan Mikoriza Arbuskular (MA) terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada Inceptisols. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017-Agustus 2018 di PT Petrokimia Gresik dan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan berupa perbedaan dosis pupuk hayati konsorsium mikroba yakni 0,4; 0,8; 1,2; 1,6 g/polibag yang ditambahkan dengan isolat Mikoriza Arbuskular (MA). Analisis data dilakukan menggunakan Genstat 17th edition dan diuji lanjut dengan uji DMRT 5%, untuk mengetahui hubungan antar parameter dilakukan uji korelasi dan regresi menggunakan Ms. Excel. Aplikasi pupuk hayati konsorsium mikroba dan MA mampu meningkatkanjumlah spora MA 91,6% hingga 216%, koloni mikoriza pada akar 47,8% hingga 60%, populasi bakteri 99% hingga 248%, peningkatan tertinggi Ptersedia sebesar 29%, dan C-organik 49%, tinggi tanaman pada 6 MST meningkat 11% hingga 42% dan pada 8 MST 10,9% hingga 34%, jumlah daun 3,15% hingga 13,7%, total panjang akar 24,5% hingga 142% dibandingkan dengan kontrol. Dosis pupuk hayati konsorsium mikroba yang efektif untuk meningkatkan Ptersedia dan pertumbuhan tanaman jagung adalah sebanyak 0,8 g/polibag (M2). Peningkatan tinggi tanaman, total panjang akar dan jumlah spora berkorelasi kuat dengan populasi bakteri di dalam tanah. Pada peningkatan 1 cfu g-1 akan diikuti dengan peningkatan tinggi tanaman sebesar 0,42 cm, total panjang akar sebesar 0,49 m, dan 1 spora dalam 100 g tanah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nafiah, B. I., & Prasetya, B. (2019). PENGARUH PUPUK HAYATI KONSORSIUM MIKROBA DAN MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA INCEPTISOL. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 6(2), 1325–1332. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.2.13

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free