PENTINGNYA PENAMBAHAN MUATAN LOKAL PEMBELAJARAN SEJARAH PADA PERATURAN GUBERNUR BANTEN

  • Somad A
  • Suwandana E
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada implementasi dan kendala pembelajaran sejarah lokal Banten di tingkat SMA di Provinsi Banten. Metodologi yang digunakan adalah melalui pendekatan kuantitatif, kualitatif dan deskriptif dengan dua instrumen yaitu kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 73% guru sejarah SMA telah melaksanakan pembelajaran sejarah lokal. Ruang lingkup sejarah lokal adalah mulai objek/fakta sejarah yang terdapat di lingkungan terdekat dengan sekolah, kabupaten/kota, hingga wilayah Provinsi Banten. Materi ajar paling dominan adalah masa Kesultanan Banten dan masa revolusi kemerdekaan. Temuan menarik lain adalah tokoh pahlawan nasional asal Banten yang baru ditetapkan pemerintah pada tahun 2018 yaitu K.H. Syam’un sebagai tokoh yang paling banyak dipelajari. Adapun kendala yang dihadapi dalam pembelajaran sejarah lokal adalah minimnya bahan ajar, media pembelajaran, dan alokasi waktu. Para responden mengharapkan Pemerintah Provinsi Banten mengeluarkan sebuah kebijakan agar sejarah lokal masuk sebagai Muatan Lokal Kurikulum 2013.

Cite

CITATION STYLE

APA

Somad, A., & Suwandana, E. (2022). PENTINGNYA PENAMBAHAN MUATAN LOKAL PEMBELAJARAN SEJARAH PADA PERATURAN GUBERNUR BANTEN. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.56945/jkpd.v6i1.137

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free