Abstract
Batubara merupakan salah satu sumber energi alternatif di Indonesia sekaligus menjadi bahan bakar utama pada beberapa industry. Penggunaan briket batubara di tanah air menjadi sebuah terobosan dalam pemenuhan energi. Tekonologi gasifikasi batubara sangat perlu dikembangkan dalam menjawab permasalahan tersebut. Maksud penelitian ini untuk mengkaji proses gasifikasi batubara, sedangkan tujuan penelitian ini mengetahui bahan isolator terbaik untuk proses gasifikasi ditinjau dari perubahan suhu, waktu dan kecepatan udara. Metode penelitian kualitatif (pengumpulan teori) dan kuantitatif untuk mencapai hasil optimal. Penelitian ini menggunakan tiga perbedaan bahan isolator meliputi gaswoool, tanah liat dan semen. Hasil analisa menunjukkan isolator tanah liat memiliki suhu terendah 228 oC. Kecepatan udara isolator glasswooll terendah 2,56 m/s. Suhu tertinggi berasal dari isolator semen 649 oC. Perbedaan hasil dari berbagai bahan, dikontrol oleh perbedaan masa jenis bahan, porositas, daya tahan panas dan ukuran batubara yang terbakar. Isolator semen, menghasilkan performa terbaik dan efisien dimulai dari waktu pembakaran 0 hingga 29 menit, memiliki kecepatan udara rata-rata 9,20 m/s dan suhu rata-rata 466,17 oC.
Cite
CITATION STYLE
Rochmadi, J., & Sudalto. (2023). Analisa Perbedaan Bahan Isolator (Glasswool, Tanah Liat dan Semen) Terhadap Efektifitas Proses Gasifikasi Batubara. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7(1), 262–269. https://doi.org/10.33379/gtech.v7i1.2008
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.