Abstract
Wilayah Kabupaten Nabire di bagian Utara leher Pulau Papua memiliki kondisi geologi kompleks dan seismisitas tinggi akibat interaksi tumbukkan lempeng Benua Australia dan Samudra Pasifik. Penelitian metode gravitasi ini bertujuan untuk mendelineasi struktur patahan akibat hadirnya mekanisme ekstensional di daerah tersebut melalui analisis horisontal derivatif berdasarkan data anomali gravitasi GGMplus. Analisis horisontal derivatif yang digunakan untuk mendelineasi batas kontak densitas struktur dilakukan dalam orde pertama (first horizontal derivative) dan orde kedua (second horizontal derivative) yang kemudian dikorelasi dengan data mekanisme fokus (focal mechanism). Hasil delineasi menunjukkan bahwa dari analisis horisontal derivatif pada 7 penampang yang memotong struktur patahan yang ada di wilayah penelitian diperoleh 31 batas kontak densitas pada patahan-patahan prediksi dan batas litologi batuan. Kontak densitas ini selain sesuai dengan data struktur dan batas litologi formasi batuan juga bersesuaian dengan sebaran seismisitas gempabumi yang juga mengkonfirmasi keberadaan struktur patahan di wilayah tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Sudrajad, B. (2022). Delineasi Struktur Patahan di Wilayah Kabupaten Nabire Papua Menggunakan Analisis Horisontal Derivatif Orde Pertama (FHD) dan Orde Kedua (SHD) Berdasarkan Data Anomali Gravitasi. Jurnal Fisika Papua, 1(2), 37–45. https://doi.org/10.31957/jfp.v1i2.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.